Inggris terakhir kali menjadi tuan rumah KTT G20 pada 2009. Ketika itu, para pemimpin dunia berkomitmen menyediakan tambahan dana USD1,1 triliun untuk membantu perekonomian global menghadapi krisis keuangan serta memulihkan kredit, pertumbuhan, dan lapangan kerja.
G20 terdiri atas 19 negara dengan perekonomian terbesar dunia, termasuk Indonesia, bersama dengan Uni Eropa dan Uni Afrika. Secara keseluruhan, anggota forum tersebut mencakup sekitar 85 persen produk domestik bruto global, 75 persen perdagangan internasional, dan dua pertiga populasi dunia.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengatakan presidensi Inggris dalam G20 dapat menjadi momentum untuk memperdalam Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris.
“Indonesia menyambut Inggris dan dunia dengan hangat di Bali saat Kepemimpinan Indonesia pada forum G20 tahun 2022. Tahun depan, giliran kami membalas keramahtamahan tersebut, seiring Inggris dan Manchester menyambut Indonesia dengan hangat,” katanya.
Menurutnya, Presidensi G20 Inggris juga membuka ruang untuk melanjutkan kerja sama kedua negara dalam bidang pertumbuhan ekonomi dan ketahanan, keamanan dan perdamaian, serta isu sosial.
“Kepemimpinan Inggris pada forum G20 tahun 2027 akan menjadi kesempatan penting untuk memperdalam Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris, dengan melanjutkan kerja sama di bidang pertumbuhan ekonomi dan ketahanan, keamanan dan perdamaian, masyarakat dan sosial, sekaligus mengatasi tantangan global dan menciptakan peluang yang berarti bagi masyarakat di kedua negara kita,” kata Jermey.
(Nur Ichsan Yuniarto)