“Target kita semua Puskesmas yang daerah hitam sama merah kita punya fasilitas itu. Jadi orang yang merasa enggak enak, bisa ke sana,” ujarnya.
Kemenkes juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk memetakan kebutuhan peralatan dan obat-obatan. Data tersebut digunakan untuk menentukan jenis serta jumlah bantuan yang perlu dikirimkan ke masing-masing wilayah.
Budi menyebut pengiriman bantuan tambahan direncanakan berlangsung dalam satu hingga dua pekan ke depan. Selain fasilitas oksigen, Kemenkes menyiapkan obat-obatan untuk mendukung penanganan pasien yang mengalami gangguan pernapasan.
Budi mengatakan, kasus ISPA dan pneumonia dapat ditangani di puskesmas sesuai kondisi pasien dan penilaian tenaga medis. Karena itu, ketersediaan obat di fasilitas kesehatan tingkat pertama perlu dipastikan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.
“Obat-obatan ISPA itu ditangani di Puskesmas, harusnya selesai. Nah, itu yang sekarang sedang kita kirim obat-obatannya ke seluruh Puskesmas,” kata Budi.