Penundaan itu terjadi sehari setelah Bahrain menolak pertemuan tersebut. Manama mengatakan tidak akan berpartisipasi sebelum hubungan diplomatik antara negaranya dengan Iran pulih.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa negaranya dan Oman telah memfinalisasi kesepakatan yang menetapkan rute baru tersebut, bersama dengan peta dan pernyataan bersama yang merinci pengaturan tersebut.
Namun, Araghchi menekankan bahwa perjanjian itu tidak berarti pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur maritim penting yang lumpuh sejak pecahnya perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) awal tahun ini.
Bahrain termasuk di antara negara-negara Teluk yang menjadi sasaran Iran selama konfrontasinya dengan AS.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari, yang mendorong Teheran untuk membalas terhadap target-target militer Israel dan AS di seantero Timur Tengah.