“Nah, yang ada lonjakan yang banyak di media sosial itu kan influenza anak-anak terutama. Ya, yang rentan memang kepada anak-anak, terutama balita. Makanya kasusnya juga banyak di sana, lansia juga gitu. Jadi itu yang harus menjadi perhatian bersama,” tambah dia.
Ia menilai bahwa maraknya kasus influenza A saat ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan sehingga menjadikan kasus tersebut sebagai kasus per musim.
“Ini memang di beberapa kota itu ada kenaikan. Tapi secara nasional, kita lihat datanya nih 2025–2026, dia memang seasonal flu. Jadi ada musim-musimnya, ada waktu-waktunya. Memang tadi saya bilang kalau kasusnya secara umum influenza juga meningkat, karena tadi memengaruhi lingkungan kita,” jelas Aji.
Beberapa kasus tersebut diantaranya seperti, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan serta paparan abu vulkanik yang sempat terjadi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu.
“Jadi misalnya sekarang karena ada faktor karhutla, ada kekeringan, ada erupsi, kemarin sempat ada erupsi, memang itu ada faktor ke sana. Dan ini memengaruhi lah ya, terutama untuk kelompok-kelompok rentan nih, anak-anak, lansia,” lanjut dia.