"Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka," kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026).
Penerapan desain jembatan geser tersebut disesuaikan dengan kondisi Desa Lembar Selatan. Muara Cemara merupakan jalur yang digunakan kapal nelayan untuk keluar-masuk setiap hari, sementara masyarakat membutuhkan akses penghubung antara Dusun Puyahan dan Dusun Cemara.
Dengan sistem tersebut, kebutuhan konektivitas darat dan aktivitas pelayaran dapat berjalan secara bersamaan tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan Jembatan Gantung Cemara juga membuka akses menuju kawasan wisata mangrove di sekitar Pantai Cemara. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung distribusi hasil tangkapan nelayan sekaligus meningkatkan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Pembangunan jembatan dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB, termasuk pembangunan jalan pendekat. Dengan demikian, seluruh bagian infrastruktur kini dapat berfungsi sebagai satu kesatuan konektivitas bagi masyarakat pesisir.