Sementara itu, dalam periode pengamatan enam jam terakhir pada pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas guguran masih mendominasi kegempaan Gunung Merapi.
BPPTKG mencatat terjadi 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-89 milimeter dan durasi 32,05-150,91 detik.
Selain itu, tercatat 20 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-41 milimeter, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali gempa tektonik jauh.
Secara visual, gunung teramati jelas hingga tertutup kabut level 0-III. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau membumbung setinggi 25 meter di atas puncak.
Dalam laporan aktivitasnya, BPPTKG menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.