sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Greenpeace Tegaskan Aktivis yang Bentangkan Spanduk di Patung Bunderan HI Sudah Terlatih

News editor Niko Prayoga
22/10/2026 15:39 WIB
Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menegaskan bahwa para aktivis Greenpeace yang memanjat Patung Selamat Datang di Bundaran HI
Greenpeace Tegaskan Aktivis yang Bentangkan Spanduk di Patung Bunderan HI Sudah Terlatih (FOTO:iNews Media Group)
Greenpeace Tegaskan Aktivis yang Bentangkan Spanduk di Patung Bunderan HI Sudah Terlatih (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel — Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menegaskan bahwa para aktivis Greenpeace yang memanjat Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta Pusat saya membentangkan spanduk bernada kritik terkait iklim merupakan personel terlatih yang dibekali peralatan keselamatan memadai.

Pernyataan tersebut merespons sorotan publik terkait aksi kampanye pembentangan spanduk bernada kritik terkait masalah iklim dan lingkungan yang sebelumnya dilakukan oleh Greenpeace beberapa waktu lalu. 

Jeanny menjelaskan aksi memanjat gedung maupun monumen bukan hal baru bagi lembaganya, sehingga kesiapan teknis dan keamanan tim selalu menjadi prioritas utama. Selain itu, volunteer yang bertugas untuk naik dns membentangkan spanduk juga sudah terlatih dan memiliki kemampuan mumpuni. 

"Kalau naik ke Patung Bundaran HI sebenarnya bukan hal yang sulit. Yang pertama, kami sendiri, Greenpeace Indonesia, adalah lembaga lingkungan yang memang kerap kali melakukan kampanye-kampanye dengan cara-cara tertentu, salah satunya adalah memanjat. Yang mana berarti teman-teman kami, volunteers, dan tim kami itu diperlengkapi dengan kemampuan-kemampuan serupa," ujar Jeanny, dikutip dari program iNews Siang di INews TV, Kamis (22/10/2026).

Dia menambahkan, standar keamanan yang digunakan dalam aksi tersebut telah memperhitungkan berbagai aspek, termasuk skenario penyelamatan diri saat harus turun dari ketinggian. 

Bahkan berbagai peralatan seperti tali, alat panjat serta alat perlindungan diri juga sudah dalam keadaan siap untuk digunakan. 

"Jadi, dan kalau dilihat sendiri begitu alat-alat yang kami gunakan misalnya itu alat-alat yang kita bisa bilang proper, alat panjat yang proper, ada harness yang proper, tile yang proper dan bahkan sampai alat rescue-nya pun ketika teman-teman turun dari patung Selamat Datang itu proper, itu yang pertama. Jadi kami terlatih dan punya alat yang cukup untuk melakukan kampanye-kampanye seperti ini," ujar dia.

Mengenai akses menuju puncak monumen, Jeanny menyebut para sukarelawan tidak memanfaatkan jalur ilegal atau metode khusus yang berbahaya, melainkan sarana berupa tangga yang biasa digunakan pemeliharaan rutin yang sudah tersedia di lokasi.

"Dan bagaimana caranya, sebenarnya bukan hal yang sulit selain karena keahlian, tapi juga kalau dilihat kan sebenarnya di Bundaran HI juga ada tangga yang biasa dipakai untuk maintenance. Jadi sebenarnya teman-teman naik lewat situ. Itu bukan ada hal khusus gitu yang digunakan, nggak ada sih sebenarnya," tutur dia.

Sebelumnya, sebanyak enam aktivis Greenpeace melakukan kampanye berupa pembentangan spanduk berisi kritik terkait permasalahan iklim dan lingkungan serta penurunan biaya hidup di Patung Bundaran HI.

Aksi tersebut sempat dihentikan aparat kepolisian yang meminta para aktivis turun karena dinilai berisiko terhadap keselamatan jiwa. Setelah negosiasi yang berlangsung selama beberapa jam, para aktivis akhirnya bersedia turun. 

Karena kondisi fisik yang menurun, mereka sempat dibawa ke Biddokkes Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan medis, sementara polisi mengimbau agar penyampaian aspirasi di kemudian hari tidak lagi mengabaikan keselamatan diri.

Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 12 jam di Polda Metro Jaya, keenam aktivis tersebut resmi dibebaskan. Polisi memastikan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam aksi tersebut. Selama proses di kepolisian, para aktivis hanya diminta mengisikan data identitas serta menceritakan kronologi kejadian tanpa melalui pemeriksaan formal.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement