Aksi tersebut sempat dihentikan aparat kepolisian yang meminta para aktivis turun karena dinilai berisiko terhadap keselamatan jiwa. Setelah negosiasi yang berlangsung selama beberapa jam, para aktivis akhirnya bersedia turun.
Karena kondisi fisik yang menurun, mereka sempat dibawa ke Biddokkes Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan medis, sementara polisi mengimbau agar penyampaian aspirasi di kemudian hari tidak lagi mengabaikan keselamatan diri.
Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 12 jam di Polda Metro Jaya, keenam aktivis tersebut resmi dibebaskan. Polisi memastikan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam aksi tersebut. Selama proses di kepolisian, para aktivis hanya diminta mengisikan data identitas serta menceritakan kronologi kejadian tanpa melalui pemeriksaan formal.
(kunthi fahmar sandy)