Dalam kesempatan tersebut, Ara juga mengungkapkan rencana agenda terkait sektor perumahan yang turut mengundang Prabowo.
"Saya juga undang Presiden untuk kaitan perumahan tanggal 8 November untuk 2,4 juta genteng di Majalengka, dan tanggal 17 Desember di Malang 71.000 rumah, kaitan perumahan," ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah menteri, wamen, dan kepala badan mulai berdatangan ke Istana Bogor sejak pukul 18.30 WIB. Rapat kabinet tersebut berlangsung mulai pukul 19.00 WIB.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sebelumnya menyampaikan komitmen pemerintah untuk bekerja lebih keras bagi masyarakat menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo.
"Ya, kita bekerja lebih keras lagi bagi rakyat Indonesia," ujar Ara sebelum mengikuti rapat kabinet.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria juga menyebut dirinya hadir untuk memenuhi undangan Presiden Prabowo. Namun, dia belum bersedia mengungkapkan agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi sebelumnya menyebut rapat kabinet tersebut merupakan agenda rutin untuk memantau dan mengendalikan pelaksanaan program prioritas pemerintah.
“Agenda rutin saja. Tentang monitoring dan pengendalian implementasi program-program Asta Cita Presiden di masing-masing kementerian, sesuai tugas pokok fungsinya,” katanya.
(Dhera Arizona)