Ia melanjutkan, operasi darat tetap menjadi operasi utama dalam pemadaman tersebut, yang didukung operasi udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Namun, pelaksanaan OMC saat ini masih menghadapi kendala, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, karena asap tebal mengganggu operasi penerbangan. Kondisi tersebut, lanjut dia, tidak hanya menghambat pelaksanaan OMC, tetapi juga operasi water bombing dan penerbangan komersial.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan terus menjalankan operasi pemadaman dan OMC hingga musim hujan alami tiba.
"Kami akan terus melaksanakan kegiatan dengan maksimal, dan kondisi tersebut kami yakinkan akan berakhir paling cepat pertengahan Oktober 2026, dan paling lambat minggu ke-tiga November 2026," tambahnya. (Febrina Ratna Iskana)