Mekanisme ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai kualitas layanan SPPG sekaligus membantu BGN mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan tindak lanjut.
Selain melalui aplikasi rating, sekolah yang menemukan layanan yang belum sesuai juga dapat menggunakan jalur pelaporan dan pemantauan yang telah disediakan.
Apabila persoalan belum mendapatkan perbaikan, sekolah dapat menyampaikan laporan melalui kanal tersebut dengan memberikan tembusan kepada BGN sehingga informasi dapat diterima dan ditindaklanjuti secara lebih cepat.
"Penguatan mekanisme umpan balik ini menjadi bagian dari upaya BGN membangun tata kelola MBG yang semakin transparan, responsif, dan melibatkan partisipasi berbagai pihak. Sekolah, sebagai lingkungan yang berinteraksi langsung dengan penerima manfaat, memiliki posisi strategis dalam memberikan informasi mengenai pelaksanaan layanan MBG," katanya.
BGN terus mendorong agar pengawasan terhadap pelaksanaan MBG dilakukan secara kolaboratif. Masukan dari sekolah akan menjadi salah satu bagian dari ekosistem pengawasan yang membantu memastikan layanan SPPG berjalan sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat secara optimal bagi peserta didik.
Melalui penguatan sistem digital dan keterlibatan sekolah dalam memberikan umpan balik, BGN berupaya membangun mekanisme pengawasan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menangkap kondisi layanan secara langsung dari lapangan.
(Nur Ichsan Yuniarto)