Saat disinggung menteri yang pantas direshuffle, Said tak menjawab. Menurutnya, pertimbangan untuk mengganti menteri bisa berlandaskan pada hasil survei.
"Dari berbagai temuan survei, katakanlah itu bagian dari pegangan Bapak Presiden, kemudian alat yang dipakai oleh presiden di internal untuk menilai menterinya lanjut atau tidak kan sepenuhnya memang di tangan presiden. Kita alatnya kan tidak punya," ucap Said.
"Jangan sampai saya sebagai anggota DPR hanya menduga-duga atau masuk pada subjektivitas. Itu saya menjaga diri," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)