Demi mencegah risiko keracunan berulang, BGN mengambil langkah radikal dengan menutup permanen lebih dari 2.000 dapur yang melanggar standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) akibat ulah oknum yang mengejar sistem bayaran flat Rp6 juta per hari dari regulasi lama tanpa memedulikan porsi 1.000 hingga 3.000 makanan.
Pembersihan ini menyasar fasilitas memasak yang dinilai tidak masuk akal karena didirikan di samping kandang babi hingga di bawah sarang burung walet, termasuk menyeret para pengelola yang memalsukan dokumen SLHS ke ranah pemeriksaan kepolisian.
"Punya sertifikat sanitasi saja belum tentu layak apalagi yang tidak punya, maka seluruh dapur yang melanggar dan memalsukan izin langsung kami tutup permanen," kata Sudaryono.
(Dhera Arizona)