IDXChannel - Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia melaporkan peristiwa antrean panjang yang disebabkan kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Bali, kepada Presiden Prabowo Subianto.
Laporan tersebut disampaikan Bahlil dalam rapat kabinet paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (21/10) kemarin.
Dalam laporannya, Bahlil meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait pasokan energi di Pulau Dewata. Bahlil menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut dipicu oleh kendala jadwal kapal tanker pengangkut BBM dari Jawa Timur menuju Bali.
"Bukan persoalan cadangan nasionalnya, tetapi distribusi dari Jawa Timur ke Bali itu yang terlambat kapal kurang lebih sekitar, harusnya masuk 05.30 pagi, masuknya malam," kata Bahlil.
Meski sempat mengalami keterlambatan pengiriman, dia memastikan kondisi saat ini sudah kembali normal dan terkendali. "Alhamdulillah hari ini di Bali, Bapak Presiden, stoknya sudah mencapai 12 hari," katanya.
Setelah mendengar laporan tersebut, Presiden memerintahkan Menteri ESDM, PT Pertamina (Persero), hingga Badan Pengelola Investasi Danantara untuk memeriksa ulang seluruh kontrak distribusi energi nasional.
"Yang tadi kita alami di Bali keterlambatan pasokan minyak ya, bukan karena stoknya enggak ada, tetapi karena distribusinya. Jadi saya perintahkan Menteri ESDM, saya perintahkan Dirut Pertamina, saya perintahkan Danantara, kemudian BUMN-BUMN yang ada itu untuk memeriksa lagi kontrak-kontrak itu," tutur Presiden.
(kunthi fahmar sandy)