IDXChannel - Asia Tenggara menghadapi ancaman El Nino yang kuat, meningkatkan risiko kebakaran lahan dan kabut asap lintas batas.
Menurut Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC), El Nino yang kuat akan mengurangi curah hujan secara signifikan di sebagian Asia Tenggara.
"Kondisi El Nino cenderung memperbesar peluang curah hujan di bawah normal untuk mayoritas wilayah ASEAN selatan selama Agustus-Oktober," kata lembaga tersebut dalam laporan terbarunya, dilansir dari Xinhua pada Minggu (9/8/2026).
Menurut pusat tersebut, Monsun Barat Daya diperkirakan bertahan pada Agustus-Oktober, dengan angin yang dominan bertiup terutama dari tenggara atau barat daya.
Monsun Barat Daya biasanya memicu kondisi yang lebih kering di ASEAN selatan. El Nino yang kuat diprediksi memperburuk kondisi kering tersebut.
ASMC memperingatkan bahwa kekeringan berkepanjangan, dikombinasikan dengan angin tenggara dan barat daya yang dominan, dapat meningkatkan aktivitas titik panas dan risiko kabut lintas batas.
Berbasis di Singapura, ASMC memiliki tugas untuk memantau cuaca, iklim, dan kabut asap lintas batas di seantero Asia Tenggara. (Wahyu Dwi Anggoro)