“Klaim palsu AS mengenai lalu lintas normal kapal melalui Selat Hormuz, yang mencerminkan ketidakberdayaan dan kebingungan militer negara itu, hanyalah kebohongan dan fitnah tanpa dasar,” kata militer Iran dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB.
AS dan Iran menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April dan kemudian sepakat memulai negosiasi akhir pada Juni.
Namun, pembicaraan kemudian terhenti karena perbedaan pendapat tentang jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur paling maritim strategis di dunia untuk pasokan energi dan perdagangan global.
Pada Februari, AS dan Israel memulai perang dengan Iran, yang memicu lumpuhnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz. (Wahyu Dwi Anggoro)