sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Arab Saudi Kembali Muat Minyak di Laut Merah usai Jalur Pipa Pulih

News editor Wahyu Dwi Anggoro
30/09/2026 09:59 WIB
Arab Saudi melanjutkan pemuatan kapal tanker minyak dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah memulai kembali operasi jalur pipa Timur-Barat.
Arab Saudi Kembali Muat Minyak di Laut Merah usai Jalur Pipa Pulih. (Foto: Magnific)
Arab Saudi Kembali Muat Minyak di Laut Merah usai Jalur Pipa Pulih. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Arab Saudi melanjutkan pemuatan kapal tanker minyak dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah memulai kembali operasi jalur pipa Timur-Barat.

Sempat rusak karena serangan drone, Jalur Pipa Timur-Barat mengangkut minyak dari Teluk ke Laut Merah.

Dilansir dari CNA pada Rabu (40/9/2026), lumpuhnya jalur pipa Timur-Barat dan pelabuhan Yanbu sempat mengerek harga minyak global.

 Serangan drone memaksa kerajaan tersebut untuk menutup jalur pipa itu pada 11 September. Operasi jalur pipa dilanjutkan pekan lalu lalu.

"Citra satelit ESA yang diambil di atas Laut Merah pada 27 September menunjukkan Arab Saudi memuat hampir 10 juta barel minyak mentah di Yanbu dan Al Muajjiz," kata perusahaan pelacak kapal TankerTrackers dalam sebuah unggahan di X pada hari Selasa.

Al Muajjiz adalah pelabuhan di selatan Yanbu.

"Kami juga mengamati pemuatan produk olahan. Secara total, kami secara visual mengidentifikasi 40 kapal tanker," kata perusahaan itu.

 Menurut perusahaan pelacak kapal Kpler, volume minyak yang disalurkan melalui pipa tersebut saat ini sekitar 2,65 juta barel per hari (bph). Angka ini jauh di bawah kapasitas pipa sebesar 7,0 juta barel per hari.

"Volume diperkirakan meningkat menjadi antara 3-4 juta bph dalam beberapa hari mendatang," kata Kpler.

"Pemulihan penuh ke tingkat sebelum serangan, yaitu sekitar 5,5 juta bph, masih membutuhkan waktu satu bulan lagi, kata perusahaan itu dalam sebuah catatan.

Dimulainya kembali pemuatan minyak mentah di Yanbu menambah tanda-tanda peningkatan pengiriman minyak Timur Tengah menyusul pemulihan ekspor melalui Selat Hormuz. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement