sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Media Sosial Dapat Memicu Depresi Remaja, Begini Penjelasan Kemenkes

Milenomic editor Niko Prayoga
11/10/2026 17:32 WIB
Konten media sosial rentan bagi kalangan remaja karena faktor perkembangan otak yang belum sepenuhnya matang dalam membedakan kenyataan dan ilusi.
Media Sosial Dapat Memicu Depresi Remaja, Begini Penjelasan Kemenkes. (Foto: istimewa)
Media Sosial Dapat Memicu Depresi Remaja, Begini Penjelasan Kemenkes. (Foto: istimewa)

Kondisi itu, bisa saja berujung pada sikap membandingkan capaian pribadi dengan unggahan orang lain di media sosial yang akhirnya bisa menimbulkan kecemasan. Terlebih jika hal itu tidak dibatasi oleh pemahaman yang utuh.

“Itulah yang membuat orang jadi cemas kan, 'Lho, pada umurku ini dia kok sudah bisa beli Porsche,' gitu kan, 'Saya kok masih naik motor?' Nah, sehingga dia membandingkan dengan orang lain sebelumnya. Jadi memang upaya-upaya itu kan dari marketing pihak-pihak tertentu yang menjual lifestyle sebetulnya,” tutur dia.

Maka dari itu, Imran mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mentah-mentah menelan apa yang tersaji di layar ponsel. Banyak konten yang ditampilkan di media sosial telah dipoles sedemikian rupa dan bukan cerminan realitas kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Imran menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi kian rentan bagi kalangan remaja karena faktor perkembangan otak yang belum sepenuhnya matang dalam membedakan antara kenyataan dan ilusi digital.

“Saya kira kita perlu melihat bagaimana maturitas seseorang untuk bisa menerima apakah ini kenyataan ataukah ini hanya sebuah ilusi, itu butuh kematangan berpikir. Dari referensi-referensi studi yang sudah dilakukan, memang otak itu sebetulnya matang pada usia sekitar 20-an. Jadi kalau sebelum umur 20, otak ini masih berkembang sehingga kalau ada sesuatu hal, otak itu mencernanya belum tahu secara benar nih, apakah itu kenyataan atau suatu impian,” jelas Imran.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement