1. HR perlu menjadi bagian dari strategi bisnis
Ana menekankan bahwa HR tidak cukup hanya berperan sebagai fungsi pendukung yang menangani rekrutmen, administrasi, dan kebijakan karyawan. HR perlu memahami arah bisnis dan dilibatkan sejak awal dalam pengambilan keputusan agar dapat menerjemahkan strategi perusahaan ke dalam kebutuhan organisasi, cara kerja, serta kapabilitas tenaga kerja.
Peran ini menjadi semakin penting ketika perusahaan melakukan perubahan, seperti mengembangkan unit bisnis baru, menyesuaikan struktur tenaga kerja, atau menghadapi situasi kritis.
Dengan memahami konteks bisnis secara utuh, HR dapat membantu organisasi menjalankan perubahan dengan lebih terarah dan meminimalkan hambatan.
“Apapun challenge yang diberikan kepada saya itu saya berusaha lakukan lampaui,” ungkap Ana.
2. Perubahan organisasi membutuhkan HR yang berani dan adaptif
Menurut Ana, organisasi membutuhkan HR untuk menjalankan perubahan yang diperlukan, khususnya ketika kondisi bisnis menuntut perusahaan bergerak cepat. Perubahan tersebut dapat mencakup diversifikasi bisnis, pembentukan fungsi baru, perubahan model kerja, maupun penyesuaian jumlah dan kompetensi tenaga kerja.