sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Melemah Sepanjang Pekan Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Spekulasi Kenaikan Suku Bunga

Market news editor Febrina Ratna Iskana
12/09/2026 08:02 WIB
Secara mingguan, S&P turun 0,8 persen, Nasdaq turun 0,7 persen, dan Dow turun 1,6 persen.
Wall Street Melemah Sepanjang Pekan Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Spekulasi Kenaikan Suku Bunga. (Foto: iNews Media Group)
Wall Street Melemah Sepanjang Pekan Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Spekulasi Kenaikan Suku Bunga. (Foto: iNews Media Group)

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, CPI umum (headline) dan CPI inti masing-masing naik 0,4 persen dan 0,3 persen secara bulanan (month-on-month/M-o-M) pada Agustus. Angka ini dibandingkan dengan estimasi konsensus masing-masing sebesar 0,4 persen dan 0,2 persen, serta menunjukkan percepatan dibandingkan angka Juli yang masing-masing sebesar 0,1 perse dan 0,2 persen.

Secara tahunan (year-on-year/Y-o-Y), CPI umum naik 3,4 persen pada Agustus—tidak berubah dari Juli—sementara CPI inti melambat menjadi 2,4 persen dari 2,5 persen. Kedua angka tersebut sesuai dengan estimasi konsensus.

Data CPI ini semakin meningkatkan peluang Federal Open Market Committee (FOMC) untuk menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada pekan depan. Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas langkah tersebut melonjak hingga hampir 87 persen. setelah rilis data inflasi, naik dari sekitar 69 persen sebelumnya. Menjelang rilis data CPI Agustus, ekspektasi kebijakan yang lebih ketat (hawkish) perlahan menguat, bermula sejak Juli ketika tiga presiden Fed regional menyatakan perbedaan pendapat terhadap keputusan FOMC untuk mempertahankan suku bunga. Ketua Fed Kevin Warsh kemudian menyampaikan pidato yang sangat bernada hawkish pada konferensi tahunan Jackson Hole di akhir Agustus, dengan menyoroti bahwa tren inflasi dasar belum menunjukkan perbaikan.

Sementara itu, indikator ekonomi lainnya semakin memperkuat kemungkinan pengetatan kebijakan moneter, yakni data nonfarm payrolls yang sangat kuat pekan lalu serta laporan indeks harga produsen (PPI) bulan Agustus pada hari Kamis yang menunjukkan percepatan pada angka inflasi utama (headline).

Di sisi lain, lonjakan harga minyak baru-baru ini akibat eskalasi ketegangan antara AS dan Iran telah memperparah kekhawatiran inflasi dan membebani masyarakat AS saat mengisi bahan bakar; harga solar di AS bahkan sempat melampaui angka USD6 per galon untuk pertama kalinya pada Kamis.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement