Pada perdagangan Senin (19/10/2026), indeks S&P 500 menguat 0,4 persen, sedangkan Nasdaq Composite melonjak lebih dari 1 persen. Saham Nvidia naik 1,4 persen, Tesla menguat 3,8 persen, dan Alphabet bertambah sekitar 1 persen.
Penguatan tersebut menjadi pemulihan setelah tekanan jual pada pekan sebelumnya menyeret pasar saham secara luas. Kekhawatiran meningkat terhadap besarnya pinjaman yang digunakan perusahaan untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI.
“Perbaikan sentimen terhadap prospek teknologi modern membuat Wall Street bernapas lega. Pelaku pasar mulai mengurangi posisi lindung nilai setelah biaya perlindungan terhadap volatilitas melonjak pada perdagangan Jumat, menjelang aksi jual yang semakin intensif,” tulis Ekonom Senior Interactive Brokers, Jose Torres dikutip dari CNBC International.
Saham CoreWeave, yang anjlok lebih dari 25 persen pada pekan sebelumnya, sempat berupaya memulihkan kerugian setelah Goldman Sachs menaikkan rekomendasi sahamnya menjadi beli. Namun, penguatan awal tersebut memudar dan saham ditutup sedikit melemah.
Sementara itu, bursa saham Asia-Pasifik bergerak turun pada Selasa setelah bursa AS menguat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Kospi Korea Selatan merosot 3,73 persen, Nikkei 225 Jepang melemah 1,3 persen, sedangkan S&P/ASX 200 Australia turun 0,33 persen ke level 8.816,9.
(Rahmat Fiansyah)