Besarnya komitmen belum dengan sendirinya berarti seluruh dana akan langsung masuk ke pasar saham atau terserap pada saham yang menghadapi tekanan jual.
Pergerakan pasar pada pekan sebelumnya memberi gambaran awal mengenai peran saham-saham yang banyak menjadi pilihan investor domestik.
Trimegah mencatat IHSG menguat 4,9 persen ke level 5.439 pada pekan yang berakhir 23 Oktober 2026, setelah sebagian memulihkan penurunan pascapengumuman konsultasi MSCI.
Saham-saham badan usaha milik negara (BUMN) menjadi penopang utama penguatan tersebut. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Telkom Indonesia (TLKM), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) secara bersama-sama menyumbang sekitar separuh kenaikan IHSG pada periode itu.
Sebaliknya, saham Bank Central Asia (BBCA) milik Grup Djarum turun 2,9 persen meskipun saham-saham bank BUMN menguat.