Jhonlin Baratama akan mengambil sekitar 30 persen saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low, dengan penyelesaian transaksi masih bergantung pada sejumlah persyaratan.
Gurita Bisnis Jhonlin
Jika transaksi tersebut rampung, masuknya Haji Isam ke BYAN akan memperkuat pijakannya di industri batu bara. Namun, bisnis Jhonlin sejatinya telah jauh berkembang dari sekadar pertambangan.
Fondasi bisnis grup ini berasal dari Jhonlin Baratama yang bergerak sebagai kontraktor pertambangan batu bara. Dari bisnis tersebut, grup kemudian membangun ekosistem usaha yang mencakup pelayaran dan logistik, perkebunan sawit, biodiesel, alat berat, infrastruktur tambang hingga mineral.
Di pasar modal, jejak bisnis tersebut tercermin melalui sejumlah emiten yang terafiliasi dengan keluarga Haji Isam.
Salah satunya adalah PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang bergerak di sektor perkebunan sawit dan biodiesel. Ada pula PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), yang memiliki bisnis infrastruktur pertambangan, mulai dari jalan angkut, stockpile, terminal batu bara hingga jasa kepelabuhanan.