sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Strategi Resiliensi Berjalan, BNBR Kantongi Pendapatan Rp4,12 Triliun

Market news editor Taufan Sukma Abdi Putra
31/10/2026 16:56 WIB
BNBR mencatatkan penurunan laba bersih yang terutama disebabkan oleh dampak eksternal berupa kenaikan floating rate terhadap beban bunga CCT.
Strategi Resiliensi Berjalan, BNBR Kantongi Pendapatan Rp4,12 Triliun (foto: iNews Media Group)
Strategi Resiliensi Berjalan, BNBR Kantongi Pendapatan Rp4,12 Triliun (foto: iNews Media Group)

Sedangkan, PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group juga berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp2,09 triliun, tumbuh sebesar Rp434,65 miliar (26,1 persen) dibanding periode sama di 2025, yang sebesar Rp1,66 triliun.

"Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan BMI Parent sebesar 24,2 persen, BPI Parent sebesar 18,8 persen, PT Suluh Ardhi Engineering (SAE) naik 1730,3 persen, dan PT Bakrie Construction (Bcons) naik 36 persen," ujar Ardiansyah.

Sementara itu, PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group juga berhasil membukukan pendapatan bersih Rp952,25 miliar, naikRp 678,87 miliar (248,3 persen) dibanding periode sama tahun sebelumnya, yang sebesar Rp 273,37 miliar, di mana kenaikan tersebut merupakan dampak dari konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) di 2026.

Di lain pihak, Direktur BNBR, Roy Hendrajanto M Sakti, mengaku optimistis bahwa Perseroan mampu mencetak pertumbuhan jangka panjang.

Optimisme ini didorong oleh struktur keuangan yang semakin kuat, proyek infrastruktur strategis (seperti jalan tol dan jaringan pipa minyak dan gas bumi), serta ekspansi di sektor industri masa depan seperti elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan, waste-to-energy (WtE) dan green energy lainnya.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement