Di tengah kembalinya perdagangan saham, TGUK sebelumnya mencatatkan perbaikan kinerja pada semester I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026, TGUK membukukan penjualan Rp327,35 miliar dan laba bersih Rp2,50 miliar. Capaian tersebut berbalik dari rugi bersih Rp8,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan kinerja tersebut ditopang pengembangan lini usaha baru di bidang perdagangan dan pengolahan daging beku yang mulai dijalankan sejak akhir 2025.
Agus mengatakan perseroan akan memanfaatkan momentum tersebut untuk melanjutkan transformasi bisnis yang telah berjalan.
Fokus pengembangan usaha diarahkan pada peningkatan penetrasi pasar, penguatan jaringan distribusi, serta pengembangan produk bernilai tambah.