Selain kebijakan produksi, perkembangan perdagangan komoditas juga menjadi perhatian. Pemerintah menargetkan Commodity Exchange mulai berjalan pada 1 Januari 2027.
Fauzan menilai kehadiran bursa komoditas tersebut berpotensi memperkuat price discovery di pasar domestik sekaligus membentuk referensi harga komoditas di Indonesia.
“Commodity Exchange berpotensi menjadi langkah penting untuk meningkatkan price discovery di dalam negeri. Namun, dampaknya terhadap pricing power Indonesia akan sangat bergantung pada likuiditas bursa dan seberapa besar pelaku pasar menggunakan harga domestik tersebut sebagai benchmark,” jelas Fauzan.
Menurut dia, keberadaan Commodity Exchange belum otomatis membuat Indonesia memiliki pricing power yang lebih besar. Efektivitasnya akan ditentukan oleh tingkat likuiditas bursa serta seberapa luas harga yang terbentuk di dalam negeri digunakan oleh pelaku pasar sebagai acuan.
Dalam kondisi tersebut, peluang investasi di sektor komoditas dinilai lebih menarik bagi perusahaan yang memiliki karakteristik scarcity, pricing power, serta posisi strategis dalam rantai pasok.