Dalam riset yang terbit pada 21 Agustus 2026, analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan menyebut pertumbuhan tersebut setara dengan compound annual growth rate (CAGR) 56,7 persen sepanjang 2026-2030.
Pertumbuhan didorong meningkatnya kebutuhan cloud computing dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan kapasitas komputasi berbasis GPU dalam jumlah besar.
Di sisi lain, Singapura mulai membatasi penambahan kapasitas data center melalui kebijakan DC-CFA, sementara Johor di Malaysia sebagai lokasi limpahan pertama menghadapi keterbatasan pasokan listrik.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tujuan limpahan berikutnya di kawasan.
BRI Danareksa mencatat sebagian besar komitmen kapasitas terbesar masih berasal dari operator swasta dan asing.