sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rebalancing FTSE, Saham BSDE hingga SCMA Tertekan di Menit Akhir

Market news editor Rahmat Fiansyah
18/09/2026 19:50 WIB
Puluhan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan harga yang cukup tajam, terutama menjelang penutupan sesi II perdagangan Jumat (18/9/2026).
Puluhan saham mengalami penurunan harga yang cukup tajam, terutama menjelang penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026). (Foto: iNews Media Group)
Puluhan saham mengalami penurunan harga yang cukup tajam, terutama menjelang penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026). (Foto: iNews Media Group)

Fenomena saham-saham yang keluar dari FTSE Micro Cap justru relatif terkendali. Di antaranya PT Intiland Development Tbk (DILD) dan PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) yang bergerak stagnan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri ditutup melemah 0,33 persen ke 6.441,16 poin. Meski di zona merah, pergerakan indeks relatif terjaga di menit-menit akhir, mencerminkan bahwa tekanan pada saham-saham yang terdampak FTSE tak terlalu berpengaruh pada IHSG.

Di pasar reguler, asing tercatat melakukan penjualan sebesar Rp1,78 triliun. Meski disumbang saham-saham yang turun kelas atau terdepak dari FTSE, porsi terbesar tetap didominasi oleh saham saham blue-chip.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang terbesar terdampak aksi jual asing hari ini sebesar Rp355,1 miliar, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp217,7 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp200,8 miliar.

Terkait FTSE, saham BSDE menjadi yang paling terdampak karena turun kelas dari Mid Cap ke Micro Cap. Sementara saham yang turun dari Small Cap ke Micro Cap ada 10 saham di antaranya PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), dan PT MDS Retailing Tbk (LPPF).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement