Dalam pelaksanaannya, PTPP menggunakan teknologi survei dan pemetaan, meliputi Light Detection and Ranging (LiDAR), batimetri, dan fotogrametri. Teknologi tersebut digunakan untuk memperoleh data kondisi lapangan sebagai dasar perencanaan penanganan infrastruktur terdampak bencana.
Selain itu, perseroan menerapkan metode box concrete sebagai alternatif penanganan pengganti dinding penahan tanah. Penerapan metode tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan di setiap titik pekerjaan.
Proyek ini menggunakan skema kontrak Design and Build yang mengintegrasikan proses perencanaan dan pelaksanaan konstruksi dalam satu lingkup pekerjaan. Skema tersebut mendukung penanganan sejumlah titik longsor dengan karakteristik dan kondisi lapangan yang beragam.
PTPP menyatakan akan terus mendukung Kementerian PU dalam pemulihan infrastruktur jalan di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut diharapkan dapat memulihkan konektivitas antarwilayah sekaligus menunjang aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.
(Rahmat Fiansyah)