Sebanyak 56 investor atau 30 persen memprediksi harga kembali turun, sementara 30 responden atau 16 persen memperkirakan harga bergerak sideways.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa sebagian investor masih melihat penurunan tajam emas sebagai koreksi setelah reli panjang, bukan sebagai awal dari perubahan tren yang lebih besar.
Namun, secara fundamental, emas masih menghadapi sejumlah tekanan. Harga emas telah turun sekitar 30 persen dari rekor tertinggi USD5.595 per troy ons yang dicapai pada Januari 2026.
Pelemahan juga terjadi ketika ekspektasi pasar terhadap suku bunga masih cenderung lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Di sisi lain, permintaan emas di Asia masih relatif lemah.
Data Ekonomi dan Risiko Geopolitik Jadi Penentu
Pergerakan emas pekan ini akan menghadapi sejumlah katalis penting dari Negeri Paman Sam. Pasar akan memulai pekan dengan rilis ISM Manufacturing PMI Oktober pada Senin.