“Kita juga akan melanjutkan reformasi pasar modal kita dengan demutualisasi pasar modal. Demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia,” kata Prabowo.
Prabowo menggarisbawahi tata kelola pasar modal yang sehat bukan sekadar pemenuhan regulasi keuangan, melainkan instrumen penting untuk menciptakan keadilan ekonomi dan memperluas akses permodalan bagi para pelaku usaha nasional.
“Pasar modal yang bekerja dengan baik ini adalah masalah keadilan, soal kesempatan perusahaan rintisan, startup, pengusaha-pengusaha kita bisa naik kelas, menambah ekuitas, menambah modal, agar bisa memperbesar skala dan dampak usahanya,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden menghubungkan pilar reformasi pasar modal ini dengan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang diproyeksikan beroperasi pada awal 2027.