sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penjualan Alat Berat dan Batu Bara Tertekan RKAB, Kinerja UNTR Melemah

Market news editor Tangguh Yudha
23/09/2026 16:36 WIB
Penurunan terutama terjadi pada penjualan big machine.
Penjualan Alat Berat dan Batu Bara Tertekan RKAB, Kinerja UNTR Melemah (Foto: dok UNTR)
Penjualan Alat Berat dan Batu Bara Tertekan RKAB, Kinerja UNTR Melemah (Foto: dok UNTR)

IDXChannel - Kinerja operasional PT United Tractors Tbk (UNTR) hingga Agustus 2026 masih mengalami tekanan akibat dampak Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), terutama pada bisnis alat berat dan batu bara.

Finance Director United Tractors, Vilihati Surya mengatakan, perseroan mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 21 persen menjadi 2.689 unit hingga delapan bulan 2026. Penurunan terutama terjadi pada penjualan big machine.

"Dari penjualan alat berat Komatsu, memang di tahun ini, 8 bulan tahun ini turun 21 persen di 2.689 unit, ya. Terutama penurunan ini dari big machine, turunnya 49 persen ke angka 436 unit," papar Vilihati dalam Astra Media Day, Rabu (23/9/2026).

Menurut dia, penurunan penjualan alat berat tidak terlepas dari dampak RKAB. Kondisi tersebut membuat pelanggan, khususnya dari sektor pertambangan batu bara, menahan pembelian alat berat.

"Dampak dari RKAB indirectly, customer-customernya di machine sales yang terutama di coal mining itu ngerem tuh untuk pembeliannya alat berat. Termasuk juga Pama, karena ini salah satu juga our effort efisiensi, ya, untuk menjaga balance sheet capacity, Pama terpaksa juga harus ngerem pembelian mesin," tuturnya.

Vilihati menjelaskan, penjualan big machine memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan karena nilai per unitnya dapat mencapai 10-15 kali lipat dibandingkan small machine.

Tekanan akibat RKAB juga terlihat pada kinerja bisnis pertambangan United Tractors. Produksi batu bara Pama Group hingga Agustus 2026 turun 3 persen menjadi 93 juta ton. Sementara itu, volume overburden removal turun 8 persen menjadi 670 juta bank cubic meter (bcm).

"Untuk Pama Group, ya, terkait dengan overburden removal-nya dan juga produksi batu baranya, kalau kita lihat di 8 bulan ini turun 8 persen, ya. Ini lebih baik kalau kita lihat di 6 bulannya ya. Ke angka 670 juta bcm. Dan kalau kita lihat coal production-nya ini turun 3 persen di angka 93 juta ton," kata Vilihati.

Selain itu, penjualan batu bara United Tractors juga mengalami penurunan sebesar 22 persen. Vilihati menyebut penurunan tersebut berkaitan dengan RKAB yang diperoleh perseroan.

Hingga semester I-2026, RKAB yang disetujui untuk produksi batu bara United Tractors tercatat turun sekitar 50 persen. Padahal, perseroan memiliki kapasitas produksi hingga 15 juta ton.

Vilihati berharap kinerja United Tractors pada paruh kedua 2026 dapat membaik dibandingkan dengan paruh pertama tahun ini seiring adanya perkembangan operasional perseroan.

"Good news-nya di Agustus ini, kita sudah mendapatkan kenaikan RKAB ke 12,4 juta, ya. Namun memang ada lagi tantangannya, makanya kita mesti banyak berdoa ini ya. Tantangannya ini sekarang tuh lagi El Nino, lagi dry season di area Kalimantan Tengah," kata Vilihati.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement