Dari sisi valuasi, Hans menilai saham TINS masih relatif menarik. Price to earnings ratio (PER) perseroan berada di sekitar 4,49 kali, sementara pertumbuhan penjualan dan laba bersih menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Selain itu, net profit margin TINS mencapai sekitar 26 persen dan return on equity (ROE) sekitar 51 persen.
Dari sisi industri, prospek harga timah global juga dinilai masih positif. Permintaan timah berpotensi meningkat seiring pertumbuhan industri semikonduktor dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
(DESI ANGRIANI)