Selain peningkatan volume, kinerja TINS juga mendapat dukungan dari tingginya harga timah global. Harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) pada semester I-2026 mencapai USD50.319 per metrik ton, naik 56,7 persen dibandingkan USD32.116 per metrik ton pada semester I-2025.
Prospek Saham TINS
Perbaikan kinerja fundamental tersebut turut tercermin pada peningkatan kapitalisasi pasar TINS. Pada Agustus 2025, kapitalisasi pasar perseroan berada di kisaran Rp7,6 triliun. Setahun kemudian, kapitalisasi pasar TINS telah mencapai sekitar Rp28,75 triliun.
Co-Founder Pasar Dana Hans Kwee menilai, prospek TINS masih positif dengan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja perseroan, harga timah global, serta komitmen pemerintah dalam menertibkan aktivitas pertambangan ilegal.
Hans mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham TINS dengan target harga Rp4.700-Rp5.000 per saham.
Menurut dia, prospek TINS ditopang oleh pemulihan produksi serta potensi normalisasi pasokan melalui penertiban aktivitas tambang ilegal.