Namun, kinerja produksi TINS mulai menunjukkan pemulihan pada semester I-2026. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, melonjak sekitar 75 persen dibandingkan 6.997 ton Sn pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi logam timah juga meningkat menjadi 10.865 metrik ton. Sementara penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, melonjak sekitar 85 persen dari 5.933 metrik ton pada semester I-2025.
Kenaikan volume produksi dan penjualan tersebut turut mendorong kinerja keuangan perseroan. Pendapatan TINS mencapai Rp10,42 triliun pada semester I-2026, naik 147 persen dibandingkan Rp4,22 triliun pada semester I-2025.
Laba bersih perseroan bahkan melonjak sekitar 805 persen menjadi Rp2,71 triliun dari sebelumnya Rp300 miliar.
Realisasi laba tersebut telah mencapai sekitar 169 persen dari target laba bersih TINS sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,61 triliun.