"Karena tentu kita semua sepakat bahwa dari sekian banyak Bursa besar di dunia, Bursa Efek Indonesia adalah salah satu Bursa yang belum melakukan demutualisasi," tuturnya.
Menurutnya, demutualisasi diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi BEI, terutama dalam meningkatkan fleksibilitas dan daya saing Bursa di tingkat global.
"Tentu dengan demutualisasi ini, kita optimistis Bursa Efek Indonesia akan menjadi lebih modern, akan menjadi lebih lincah, dan akan punya daya saing yang lebih tinggi di tingkat global," ucapnya.
Kendati demikian, Jeffrey menegaskan belum ada keputusan yang diambil pemegang saham terkait rencana demutualisasi dalam RUPSLB kali ini. Dalam agenda kedua RUPSLB, BEI hanya menyampaikan perkembangan rencana tersebut kepada para pemegang saham.
"Di dalam agenda kedua itu tidak dilakukan pengambilan keputusan. Jadi, kami menginformasikan kepada para pemegang saham terkait dengan progres dari rencana demutualisasi Bursa Efek," katanya.
(Rahmat Fiansyah)