IDXChannel - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat korporasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dari idB menjadi idCCC. Penurunan peringkat ini mencerminkan kerentanan perusahaan BUMN konstruksi tersebut untuk memenuhi kewajiban keuangannya.
Bersamaan dengan pemangkasan tersebut, Pefindo tetap menempatkan prospek peringkat Waskita dalam status CreditWatch dengan implikasi negatif.Langkah penurunan peringkat ini diambil menyusul keputusan manajemen Waskita untuk menangguhkan pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan III Tahun 2021 Seri A yang telah jatuh tempo pada 24 September 2026.
Koreksi peringkat serupa dijatuhkan pada sejumlah surat utang Waskita tanpa penjaminan (unsecured notes), meliputi Obligasi Berkelanjutan (PUB) III Tahap II, Tahap III, Tahap IV, serta PUB IV Tahap I. Seluruh instrumen utang tersebut kini disematkan peringkat idCCC, turun dari posisi sebelumnya idB.
Pefindo menilai pemburukan rating ini terjadi di tengah lesunya performa usaha perseroan. Peringkat korporasi Waskita saat ini menggambarkan profil keuangan emiten yang sangat rentan serta paparan risiko dari iklim industri yang fluktuatif.
Pefindo turut memperingatkan potensi penurunan peringkat lanjutan apabila perseroan kembali mengalami gagal bayar atas kewajiban keuangan lainnya di masa mendatang.
Meski peringkat korporasi dan sejumlah obligasi nonpenjaminan terdegradasi, surat utang Waskita yang disokong garansi Pemerintah Indonesia dipastikan tetap menyandang peringkat tertinggi.
Pefindo menegaskan peringkat idAAA(gg) untuk Obligasi III dan Obligasi IV milik Waskita. Di sisi lain, instrumen Sukuk Mudharabah I perseroan tetap mempertahankan peringkat idAAA.
Tingginya peringkat tersebut mencerminkan adanya jaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat dibatalkan dari pemerintah. Berlandaskan klausul penjaminan tersebut, Pefindo meyakini pemerintah selaku penjamin bakal menuntaskan kewajibannya selaras dengan kesepakatan penjaminan yang berlaku.
Adapun status CreditWatch berimplikasi negatif yang kini disematkan pada Waskita berpeluang ditinjau ulang setelah ada konfirmasi resmi terkait realisasi pembayaran melalui penjaminan pemerintah.
Pefindo juga akan terus mengevaluasi ketahanan likuiditas jangka pendek perseroan serta kesanggupan Waskita dalam melunasi kewajiban keuangannya tepat waktu. Kelanjutan penyelesaian pembayaran obligasi serta posisi likuiditas kas menjadi indikator penentu bagi arah pergerakan peringkat Waskita ke depan.
Sebagai kontraktor pelat merah, sekitar 80 persen perolehan pendapatan Waskita selama tiga tahun terakhir bersumber dari lini jasa pengerjaan konstruksi. Di luar bidang konstruksi, portofolio operasional perseroan merambah ke industri beton pracetak, jalan tol, properti, perhotelan, hingga infrastruktur.
Secara fundamental, kinerja neraca keuangan perseroan masih menghadapi tekanan berat. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 yang belum diaudit, nilai aset disesuaikan Waskita menyusut menjadi Rp65,57 triliun.
Pada kurun waktu yang sama, total utang disesuaikan perseroan menembus Rp 54,63 triliun. Sementara itu, posisi ekuitas disesuaikan Waskita negatif Rp963,9 miliar.
Waskita menghimpun pendapatan Rp4,75 triliun sepanjang semester I-2026. Kendati demikian, EBITDA masih negatif Rp162,2 miliar. Tekanan tersebut turut menggerus laba bersih, di mana perseroan mencatat rugi bersih Rp1,92 triliun.
(Rahmat Fiansyah)