Sementara itu pada periode yang sama, jumlah modal disetor dan cadangan wajib mencapai Rp468,7 miliar. Rinciannya, modal disetor sebesar Rp426,1 miliar dan cadangan wajib sebesar Rp42,5 miliar.
Harga saham NICL ditutup melemah 1,81 persen ke Rp434, sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan demikian, dividen interim tersebut mencerminkan imbal hasil (yield) sebesar 1,38 persen.
Berikut jadwal pembagian dividen NICL:
1. Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 2 Oktober 2026
2. Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 5 Oktober 2026
3. Cum Dividen di Pasar Tunai : 6 Oktober 2026
4. Ex Dividen di Pasar Tunai : 7 Oktober 2026
5. Pembayaran Dividen : 14 Oktober 2026
(Rahmat Fiansyah)