Sementara itu, segmen Alat Bantu Jalan dan Rehabilitasi (Walking Aids & Rehab) mencatatkan pertumbuhan 31,7 persen menjadi Rp95,1 miliar. Adapun segmen Perawatan Luka (Wound Care) tumbuh 26,6 persen menjadi Rp302,6 miliar.
Dari sisi kanal distribusi, penjualan segmen ritel meningkat 32 persen YoY menjadi Rp218 miliar dari Rp165 miliar. Sementara itu, penjualan ekspor melonjak 328 persen secara tahunan, dengan Amerika Serikat menjadi pasar utama. Perseroan juga mulai mencatatkan penjualan ke Filipina.
Dari sisi keuangan, OMED membukukan total aset sebesar Rp3,49 triliun, liabilitas Rp514 miliar, dan ekuitas Rp2,98 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) tercatat sebesar 0,17 kali, sedangkan rasio utang berbunga terhadap ekuitas sebesar 0,01 kali. Rasio lancar perseroan berada di level 9,5 kali.
Efisiensi modal kerja juga menunjukkan perbaikan. Siklus konversi kas (cash conversion cycle/CCC) turun menjadi 179 hari dari 207 hari pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut didukung berkurangnya hari piutang menjadi 47 hari dari 53 hari dan hari persediaan menjadi 166 hari dari 181 hari. Sementara itu, hari utang usaha meningkat menjadi 33 hari dari 27 hari.
Seiring pertumbuhan volume penjualan dan peningkatan efisiensi produksi, OMED juga menaikkan target pendapatan sepanjang 2026 menjadi sekitar Rp2,5 triliun dari sebelumnya Rp2,3 triliun. Target baru tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 21 persen secara tahunan.