Meski demikian Hasan mengatakan, apabila kemungkinan MSCI masih membekukan saham-saham Indonesia untuk masuk dalam indeks, tentu bakal membawa pengaruh terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).
"Untuk freeze, secara umum memang akan mempengaruhi pasar kita. Pembekuan berarti belum adanya saham-saham baru yang boleh masuk menjadi penghuni baru indeks-indeks index provider global," tambahnya.
Sebagai informasi, pada 12 Agustus lalu, MSCI telah mengumumkan bahwa Indonesia tetap menyandang status emerging market atau tidak jadi diturunkan ke frontier market seperti isu-isu yang berkembang sebelumnya.
Meski demikian, MSCI memberikan tenggat waktu untuk pasar modal Indonesia untuk melakukan sejumlah perbaikan yang akan di review kembali pada November mendatang. Beberapa hal yang menjadi catatan MSCI antara lain, likuiditas dan presentase free float saham, transparansi kepemilikan saham, tata kelola perusahaan, hingga kualitas investability pasar secara keseluruhan. (Febrina Ratna Iskana)