Sektor otomotif mencatatkan pertumbuhan laba 11,5 persen yoy dan 19,7 persen qoq. Kekuatan bisnis roda dua, perbaikan margin otomotif, serta pemulihan kinerja UNTR menjadi faktor pendukung.
Sektor teknologi mencatatkan kenaikan laba 59,4 persen qoq, dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melampaui estimasi. Perbaikan bisnis teknologi finansial (fintech) membantu mengimbangi pelemahan layanan on-demand (ODS).
Sektor utilitas juga mencatatkan pertumbuhan laba 33,0 persen yoy dan 32,0 persen qoq, didukung normalisasi biaya.
Sementara itu, sektor farmasi membukukan pertumbuhan laba 35,0 persen yoy dan 67,1 persen qoq, seiring pemulihan kinerja kuartalan, meskipun laba inti 9M26 masih turun 26,4 persen yoy.
BRI Danareksa memperkirakan kinerja pada 4Q26 masih akan sangat bergantung pada perkembangan masing-masing perusahaan (company-specific), alih-alih menunjukkan pemulihan yang merata di seluruh sektor.