- Karaha naik 22,7 persen menjadi 75 GWh, berkat tambahan pasokan uap dari Cluster TLG.3.
- Ulubelu tumbuh 1,8 persen menjadi 953 GWh, didukung tambahan uap dari Cluster M, dengan tingkat gangguan turun menjadi 0,05 persen dari 0,17 persen.
- Lahendong naik 1,0 persen menjadi 514 GWh, tanpa gangguan paksa (EFOR 0,00 persen) sepanjang periode.
Secara konsolidasi, capacity factor naik menjadi 90,62 persen dari 87,78 persen, availability factor meningkat menjadi 99,51 persen dari 99,13 persen, dan tingkat gangguan turun menjadi 0,15 persen dari 0,22 persen.
Dari sisi keberlanjutan, operasional PGE hingga Juli 2026 menghindarkan emisi sebesar 2.327.905 ton CO2e dibandingkan pembangkit berbasis batu bara, dengan intensitas emisi jauh di bawah ambang batas Taksonomi Uni Eropa sebesar 100 gram CO2e/kWh.