sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Laba PGEO Naik Jadi USD79,605 juta dan Produksi Cetak Rekor Usai Ekspansi Lumut Balai

Market news editor Febrina Ratna Iskana
05/10/2026 18:43 WIB
PGEO mencatat pertumbuhan laba dua digit pada semester I-2026 dengan rekor produksi hingga Juli 2026.
Laba PGEO Naik Jadi USD79,605 juta dan Produksi Cetak Rekor Usai Ekspansi Lumut Balai. (Foto: Dok. PGE)
Laba PGEO Naik Jadi USD79,605 juta dan Produksi Cetak Rekor Usai Ekspansi Lumut Balai. (Foto: Dok. PGE)

"Naiknya pendapatan ditopang pertumbuhan produksi dan keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), serta keuntungan selisih kurs yang positif," ujar Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, dalam keterangan tertulis pada Senin (5/10/2026).

Rekor Produksi 3.222 GWh hingga Juli 202

Momentum berlanjut di awal semester II-2026. Hingga 31 Juli 2026, total produksi PGE mencapai sekitar 3.222 GWh, naik 12,7 persen dari 2.859 GWh pada periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi rekor produksi tertinggi Perseroan.

Dengan capaian ini, pendapatan dari operasi milik sendiri diproyeksikan terus meningkat secara tahunan, ditopang volume penjualan listrik dan uap yang lebih tinggi. Untuk keseluruhan 2026, PGE menargetkan produksi 5.255 GWh, naik dari 5.095 GWh pada 2025.

Pertumbuhan tercatat di seluruh wilayah operasi:

- Lumut Balai melonjak 85,5 persen menjadi 567 GWh, setelah Unit 2 beroperasi penuh sejak Juni 2025. Capacity factor mencapai 101,14 persen, dan availability factor naik menjadi 99,22 persen dari 95,42 persen. Produksi Lumut Balai sepanjang 2026 ditargetkan tumbuh 28,43 persen menjadi 917 GWh.

- Kamojang tumbuh 6,3 persen menjadi 1.113 GWh, dengan capacity factor naik menjadi 93,41 persen dari 88,00 persen, seiring meningkatnya permintaan PLN.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement