Corporate Secretary Krakatau Steel, Rariya Budi Harta mengatakan, pengembangan material canggih dan hilirisasi teknologi memerlukan ekosistem industri yang mendukung penerapan inovasi hingga skala komersial.
“Melalui pengembangan advanced materials dan hilirisasi teknologi, kami berkomitmen mendukung penguatan rantai pasok, membuka peluang investasi, serta meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Rariya.
Pengembangan proyek ini melanjutkan langkah Krakatau Steel membangun ekosistem material canggih. Pada Juli 2026, perseroan menandatangani nota kesepahaman pengembangan material canggih bersama MIND ID, Defend ID, dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk memperkuat rantai nilai industri dari sektor hulu hingga manufaktur bernilai tambah tinggi.
Pada bulan yang sama, Krakatau Steel juga menandatangani nota kesepahaman dengan Steel Authority of India Limited (SAIL) terkait rencana pengembangan baja nirkarat. Kerja sama tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan Perdana Menteri India ke Indonesia.
Melalui berbagai kolaborasi tersebut, Krakatau Steel berupaya memperkuat posisi sebagai platform industri yang mendukung hilirisasi teknologi, integrasi rantai pasok, dan peningkatan daya saing industri nasional.
(Rahmat Fiansyah)