BRIDS mencatat, volume penjualan emas Antam mencapai 9,6 ton di triwulan II-2026, naik 13,6 persen secara triwulanan, dan diyakini mampu menopang penjualan Perseroan secara keseluruhan.
Sementara, ASP nikel tercatat naik 18,7 persen secara triwulanan, dan 44 persen pada triwulan II-2026 menjadi USD80 per ton, didorong oleh lebih tingginya harga patokan mineral (HPM).
Di lain pihak, penjualan bijih nikel pada saat yang sama juga mampu mencapai 3,4 juta ton.
Seiring dengan itu, margin laba bersih (net profit margin/NPM) nikel naik 410 bps secara kuartalan menjadi 54,5 persen, emas 4,4 persen, dan bauksit 24,1 persen.
BRIDS menilai prospek saham ANTM masih kuat. Broker ini mempertahankan proyeksi pendapatan dan laba bersih 2026 ANTM masing-masing Rp118,7 triliun dan Rp9,2 triliun. Antam bakal tambah berkibar jika harga emas pulih pada kuartal II.
Atas sejumlah analisis tersebut, BRIDS pun menetapkan rekomendasi buy untuk saham ANTM, dengan target harga Rp4.800, mencerminkan potensi kenaikan sangat besar, sebesar 53 persen dari harga saat laporan dibuat Rp3.130.