Perbaikan kinerja GOTO turut terlihat dari arus kas bebas Grup yang disesuaikan, yang mencapai Rp1,2 triliun atau naik 389 persen YoY. Pada kuartal yang sama, GOTO juga membukukan imbalan jasa e-commerce dari Tokopedia sebesar Rp235 miliar.
Berbekal hasil tersebut, GOTO menaikkan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5 triliun–Rp3,7 triliun. Sebelumnya, perseroan menargetkan perolehan sebesar Rp3,2 triliun–Rp3,4 triliun.
“Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GOTO akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5 triliun–Rp3,7 triliun,” kata Hans.
Kenaikan target itu terutama didukung bisnis fintech yang kinerjanya terus melampaui ekspektasi. GOTO kini membidik EBITDA fintech yang disesuaikan sebesar Rp1,9 triliun–Rp2,0 triliun, lebih tinggi dari pedoman sebelumnya sebesar Rp1,7 triliun–Rp1,8 triliun.
Untuk segmen On-demand Services (ODS), GOTO memperlebar rentang pedoman EBITDA yang disesuaikan menjadi Rp1,4 triliun–Rp1,6 triliun, dari sebelumnya Rp1,4 triliun–Rp1,5 triliun.