sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kalbe (KLBF) Batalkan Rencana Buyback Saham

Market news editor Rahmat Fiansyah
15/09/2026 19:15 WIB
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membatalkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham (share buyback).
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membatalkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham (share buyback). (Foto: Ist)
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membatalkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham (share buyback). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membatalkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham (share buyback). Sebelumnya, perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan ini berencana melakukan buyback saham senilai Rp500 miliar.

Kabar tersebut menarik perhatian pasar dengan sentimen positif. Harga saham KLBF naik 4,76 persen ke Rp770 pada penutupan perdagangan Selasa (15/9/2026).

Berselang dua jam kemudian, Kalbe menarik kembali rencana aksi korporasi tersebut. Perseroan tak menjelaskan alasan di balik pembatalannya.

"Pembatalan rencana pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan," kata Corporate Secretary PT Kalbe Farma Tbk, Maria Teresa Fabiola melalui keterbukaan informasi.

Kalbe sebelumnya mengumumkan rencana buyback saham di tengah tekanan terhadap harga saham yang jatuh hampir 40 persen sejak awal tahun. Perseroan mengalokasikan anggaran hingga Rp500 miliar, sudah termasuk biaya perantara pedagang efek yang diperkirakan sekitar 0,1 persen dari jumlah nilai buyback.

Perseroan menggunakan acuan Surat OJK No. S-12/D.04/2026 dan Peraturan OJK No. 13 Tahun 2023 terkait pembelian kembali saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Kalbe akan mulai melakukan buyback saham pada 16 September sampai 16 Desember 2026. Periode tersebut bisa diakhiri lebih cepat sesuai pertimbangan manajemen.

Buyback saham itu diharapkan memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham KLBF secara fundamental. Di samping itu, buyback juga memberikan fleksibilitas kepada perseroan dalam mengelola modal jangka panjang.

Saham KLBF terus tertekan seiring memburuknya sentimen terhadap prospek perusahaan. Gejolak geopolitik global yang mendorong harga minyak dan menekan rupiah berpotensi menekan kinerja Kalbe mengingat bahan baku farmasi yang sebagian besar diimpor.

Perseroan juga memproyeksikan profitabilitas pada semester II-2026 belum akan membaik meski pendapatan masih tumbuh pada enam bulan pertama. Hal ini disebabkan oleh tingginya beban pokok pendapatan di tengah lesunya daya beli yang membuat perseroan berhati-hati dalam menyesuaikan harga produk.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement