Hasilnya, Jasa Marga mencatatkan EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dengan margin EBITDA mencapai 67 persen. Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan perseroan menjaga efisiensi operasional sekaligus mempertahankan fundamental keuangan di tengah kebutuhan investasi pengembangan infrastruktur.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi perseroan untuk menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan.
Menurut dia, Jasa Marga terus memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal sekaligus menjaga kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol dan meningkatkan standar pelayanan melalui pemanfaatan teknologi.
"Dengan demikian, pertumbuhan perseroan dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Rivan dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).