Wing menyebut BYD memiliki peluang melakukan ekspor kendaraan hasil produksi Indonesia melalui IPCC. Dia berharap perubahan strategi tersebut dapat membuka kembali peluang volume kargo sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan untuk pasar regional.
Optimisme tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis IPCC. Perseroan tidak hanya mengandalkan aktivitas bongkar muat kendaraan di pelabuhan, tetapi juga mengembangkan layanan distribusi kendaraan dari pabrik menuju pelabuhan, pusat penyimpanan, dealer, hingga pelanggan.
Dalam pengembangan layanan tersebut, IPCC telah menjalin kerja sama dengan BYD melalui layanan transportasi darat terintegrasi. Di samping itu, anak usaha PT Pelindo Multi Terminal itu juga bekerja sama dengan VinFast untuk sejumlah layanan distribusi kendaraan, termasuk mengimpor taksi serta pikap untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Selain itu, IPCC tengah mengembangkan layanan Pre-Delivery Center (PDC) yang mencakup penyimpanan sementara, pemeriksaan kendaraan, pencucian, hingga pemasangan aksesori sebelum kendaraan didistribusikan kepada pelanggan.
Perseroan juga menjajaki peluang pengembangan jaringan terminal Ro-Ro dan transshipment. Salah satu rencana yang tengah dikembangkan adalah menjadikan terminal satelit Makassar sebagai hub untuk menangkap peluang pergerakan kargo dari kawasan Asia menuju Australia.