Perseroan memastikan, transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak kejadian material terhadap kegiatan usaha maupun kondisi keuangan IPCC.
Sebagai informasi, IPCC membukukan penurunan laba bersih 9,3 persen menjadi sebesar Rp103,28 miliar pada semester I-2026.
Kondisi tersebut berdampak pada kinerja Terminal Internasional IPCC di Jakarta yang menjadi kontributor utama pendapatan perseroan dengan porsi sekitar 87 persen terhadap pendapatan konsolidasian.
Hingga akhir Juni 2026, total aset tercatat stabil sebesar Rp2,04 triliun, sementara aset lancar meningkat 4,01 persen menjadi Rp1,218 triliun dari Rp1,171 triliun pada akhir 2025.
Baca Juga:
(DESI ANGRIANI)